
Dalam Lomba Festival Film Lombok (FFL) yang diselenggarakan oleh UPTD Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (Museum NTB) pada Dinas Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tanggal 21 - 23 Agustus 2026 di Mataram. Lombok Nusa Taenggara Barat, film pendek bertemakan "Through My Lens: Jembatan Masa Depan" berhasil meraih juara dua. Film pendek berjudul "Kotaku Museumku Kampungku Museumku" karya sineas Moonzher Zahra Khairunnisa Putri, Muhamad Alfahri Suwandi, Hawwari Muhammad, Khinara Arkanadhya Harahap, Khinara Arkanadhya Harahap, Geisha Rinjani, Nadia Fazila Hartono dan Istiqomah berhasil meraih simpati juri dan pemirsa.
Festival Film Lombok (FFL) dan berbagai ajang kreatif seperti FLS2N secara rutin menjadi wadah kompetisi film pendek bagi sineas muda dan pelajar. "Through My Lens: Jembatan Masa Depan" (Melalui Lensaku: Jembatan Masa Depan) membawa nuansa naratif yang kuat, memadukan elemen visual (fotografi/videografi) dengan tema optimisme, kemajuan, dan transisi zaman. "Through My Lens: Jembatan Masa Depan" mengusung konsep penceritaan sinematik yang mengangkat realita fase transisi dari jenjang SMA menuju perguruan tinggi. Mengambil analogi fungsi lensa yang mampu menangkap satu peristiwa dari berbagai sudut pandang, tema ini mengajak peserta membedah narasi menggunakan teknik Rashomon Effect. Peserta diberikan kebebasan penuh secara kreatif untuk membungkus dan mengeksplorasi sudut manapun dari perjalanan transisi ini, dengan syarat menyampaikan cerita dari minimal tiga sudut pandang karakter yang berbeda. Setiap karakter diharapkan membawa versi kebenaran, kekhawatiran, serta harapannya masing-masing. Melalui pendekatan multidimensional ini, karya yang dihasilkan diharapkan mampu menguji kompleksitas berpikir serta kedalaman empati cerita. Lebih dari sekadar estetika visual, eksplorasi narasi ini mengemban esensi utama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan tinggi. Peserta dibebaskan dalam menentukan bentuk dan pengemasan cerita secara kreatif, selama pesan utama mengenai nilai strategis pendidikan tinggi dapat tersampaikan dengan kuat.

