
Detik-detik prokalamasi 17 Agustus 1945 diperingati dengan khidmat oleh keluarga besar SMAN 2 Kota Tangerang Selatan dalam upacara bendera yang digelar tepat pukul 07.30 WIB. Barisan peserta upacara yang terdiri dari siswa, guru dan pegawai serta perwakilan orang tua siswa dan komite, nampak rapih sepanjang lapangan dan membentuk formasi "U". Berlaku selaku inspektur upacara, Bapak Bambang (Wakasek Kurikulum), mewakili kepala sekolah yang pada saat bersamaan mengikuti upacara di lapangan walikota Tangerang Selatan untuk menerima penghargaan sebagai kepala sekolah berprestasi pertama se-provinsi Banten.
Sudah 70 tahun bangsa ini merdeka dan selama itu pula bangsa ini belajar berdemokrasi, berbangsa dan bernegara. Pekik kemerdekaan dimasa perjuangan dahulu, bagi kalangan pelajar harus dijadikan semangat dan spirit kemerdekaan dalam dunia pendidikan pada masa kini dan mendatang. Spirit kemerdekaan dalam pendidikan dapat diimplementasikan dalam berbagai bentuk, misalnya dalam proses pembelajaran; interaksi antara siswa dan guru, sesama guru, dan antarsiswa. Contoh lainnya adalah melalui pengajaran yang kontekstual, dialogis, interaktif dan partisipatoris, penilaian yang transparan, dan sebagainya.

Untuk memeriahkan hari kemerdekaan Republik Indonesia, OSIS-MPK selepas mengikuti upacara bendera mengadakan berbagai macam lomba. Para siswa nampak antusias mengikuti kegiatan ini. Perlombaan yang diselenggarakan sangat beragam mulai dari makan krupuk, balap bakiak, balap karung, tarik tambang, menangkap belut dan perlombaan lainnya.
Menurut panitia, gelaran lomba ini bukan saja bertujuan sekedar hura-hura dan bergembira saja, namun banyak pelajaran yang bisa diambil dalam setiap lomba yang diadakan. Misalnya dalam lomba balap bakiak. Setiap tim harus kompak, selaras dan seirama melangkahkan kakinya. Kalau tidak, mereka pasti akan terjatuh dan kalah dengan tim yang lain. Maknanya adalah bahwa untuk mencapai tujuan bersama, kita harus mau bekerjasama dan tidak boleh bertindak semaunya.

